Camat Mojoroto Realisasikan Program Urban Farming, Bangun Ketahanan dan Kemandirian Pangan Kota Kediri
KEDIRI – Sebagai upaya konkret dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan di tingkat lokal, Camat Mojoroto, Abdul Rahman, SH, M.Si., memimpin langsung realisasi program Urban Farming (pertanian perkotaan). Inisiatif ini diwujudkan melalui aksi penanaman berbagai komoditas pangan produktif dengan memanfaatkan area halaman Kantor Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Langkah pemanfaatan lahan kosong di lingkungan instansi pemerintahan ini bukan sekadar program penghijauan biasa. Gerakan ini merupakan wujud nyata dari strategi inovatif untuk menyiasati keterbatasan lahan di wilayah perkotaan agar tetap produktif dan mampu menghasilkan kebutuhan pangan harian yang sehat dan segar.
Dalam realisasinya, penanaman difokuskan pada sayur-mayur dan tanaman kebutuhan dapur sehari-hari seperti cabai, tomat, terong, hingga sayuran hijau. Pemilihan jenis tanaman ini disesuaikan dengan kondisi iklim perkotaan, masa panen yang relatif singkat, serta proses perawatan yang tergolong mudah.
Camat Mojoroto, Abdul Rahman, SH, M.Si., menyampaikan bahwa program urban farming di halaman kecamatan ini dirancang untuk menjadi percontohan (role model) bagi masyarakat luas, khususnya warga di wilayah Kecamatan Mojoroto. "Kita ingin memberikan edukasi dan contoh langsung kepada masyarakat bahwa keterbatasan lahan di area perkotaan bukanlah halangan untuk produktif. Melalui metode urban farming, sisa pekarangan, halaman depan, bahkan area sempit sekalipun bisa dimanfaatkan secara optimal untuk menanam sumber pangan mandiri," jelas Abdul Rahman.
Lebih lanjut, inisiatif ini juga selaras dengan program strategis Pemerintah Kota Kediri dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Dengan memproduksi bahan pangan sendiri di tingkat rumah tangga, masyarakat secara tidak langsung turut berkontribusi dalam menekan laju inflasi daerah, terutama dari komoditas bahan pokok yang harganya kerap berfluktuasi di pasaran.
Ke depannya, jajaran Pemerintah Kecamatan Mojoroto berharap gerakan urban farming ini dapat memicu efek domino yang positif dan direplikasi secara masif di setiap kelurahan, lingkungan RT/RW, hingga ke tingkat rumah tangga. Dengan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, visi untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan di Kota Kediri akan semakin cepat terealisasi.