Demografi Kecamatan Mojoroto


Mengenal Lebih Dekat Kelurahan Mojoroto: Pusat Pemerintahan di Barat Sungai Brantas

Kecamatan Mojoroto merupakan salah satu wilayah yang memiliki peranan sangat strategis di Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Secara geografis, wilayah kecamatan ini membentang dan mendominasi kawasan di sisi barat aliran Sungai Brantas, menjadikannya area yang vital bagi denyut kehidupan dan perekonomian kota.

Memiliki cakupan luas wilayah mencapai sekitar 26,95 km², Kecamatan Mojoroto berkembang menjadi kawasan hunian, pendidikan, dan perdagangan yang padat. Berdasarkan data sensus kependudukan tahun 2020, kecamatan ini menjadi rumah bagi 117.610 jiwa, menjadikannya salah satu kawasan dengan aktivitas masyarakat yang paling dinamis di Kota Kediri.

Pusat Pemerintahan dan Pembagian Wilayah
Secara administratif, Kecamatan Mojoroto menaungi 14 kelurahan yang masing-masing memiliki karakteristik dan potensi unggulannya tersendiri. Dari belasan kelurahan tersebut, urat nadi administrasi dan pusat pemerintahan kecamatan difokuskan di Kelurahan Mojoroto, yang secara resmi berstatus sebagai ibu kota kecamatan.

Sebagai wajah dari kecamatan, Kelurahan Mojoroto berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 351,68 Hektar (3,51 km²). Di pusat administrasi ini saja, terdapat populasi sebanyak 15.133 jiwa (berdasarkan data terbaru, terdiri dari 7.325 laki-laki dan 7.808 perempuan). Agar roda pemerintahan kecamatan dan pelayanan publik terdistribusi dengan baik hingga ke tingkat warga, ibu kota kecamatan ini membagi wilayahnya ke dalam 12 Rukun Warga (RW) dan 53 Rukun Tetangga (RT).

Jejak Sejarah Nama "Mojoroto"
Identitas "Mojoroto" yang diusung oleh wilayah kecamatan ini memiliki akar sejarah dan kearifan lokal yang kuat. Menurut penuturan sejarah masyarakat setempat, pada masa lampau (era kepemimpinan Mbah Demang), kawasan di barat sungai ini banyak ditumbuhi oleh pohon Mojo. Pohon-pohon tersebut tumbuh dengan lebat dan merata di penjuru wilayah. Dari situlah kawasan ini akhirnya dikenal luas dengan sebutan Mojo-roto (pohon Mojo yang merata).

Kini, Kecamatan Mojoroto telah bertransformasi jauh dari sekadar wilayah yang dipenuhi pohon Mojo. Wilayah ini terus memantapkan posisinya sebagai kawasan urban yang maju, didukung oleh ragam fasilitas umum, sentra kuliner, hingga deretan instansi pendidikan yang menjadikannya kawasan yang terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakatnya.